Kegiatan HIMATEKTRO: Pembekalan PKM

 

Pembekalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah sebuah agenda yang bertujuan agar mahasiswa yang hendak mengikuti PKM mengerti tentang PKM dan pembedahan proposal yang sudah di buat agar dapat dibuat dengan sebaik-baiknya. Pembekalan ini difasilitasi oleh Dosen Jurusan Teknik Elektro & Komputer Bapak Rahmad Dawood, S.Kom., M.Sc. Diharapkan dengan adanya pembealan ini dapat meningkatkan minat mahasiswa Prodi Teknik Elektro untuk dapat mendaftarkan proposal mereka untuk bersaing pada semua skema proposal PKM yang telah dibuka oleh Kemenristekdikti.

Adapun usulan proposal PKM 2016 yang dibuka oleh Kemenristekdikti ada 5 Bidang yaitu PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC yang akan didanai tahun 2017. Informasi lebih lanjut  dan panduan PKM 2016 yang mengatur pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal secara daring dapat diunduh melalui laman http://www.belmawa.ristekdikti.go.id

HIMATEKTRO12

Diskusi Publik ‘Kupas Tuntas Kelistrikan Aceh’

Gambar3_DisPubPLN

Banda Aceh – Ikatan Alumni Teknik Elektro (IKATEKRO) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar diskusi publik “Kupas Tuntas Kelistrikan Aceh” di Auditorium FKIP Unsyiah, Senin (30/1/2016). Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang kelistrikan seperti General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Aceh Ir Bob Saril MEng MSc, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dedi M Roza, ST, Msi, dan Pusat Studi Kelistrikan dan Energi Terbarukan Unsyiah yang diwakili oleh Dr Ira Devi Sara dan Hafidh Hasan, ST, MT. Acara diskusi publik ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama Unsyiah Dr Nazamuddin dan Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Komputer (JTE&K) Unsyiah Dr Nasaruddin, dan Asisten I Pemerintahan Pemko Banda Aceh Bachtiar, SSos.

Ketua Ikatan Alumni Teknik Elektro (IKATEKRO) Misbah, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan merupakan upaya memediasi pihak yang terkait dengan sektor kelistrikan guna mendiskusikan segala permasalah yang dihadapi pada sektor ini di Provinsi Aceh. “Menyelesaikan masalah listrik bisa dilakukan dengan melahirkan inovasi-inovasi terbaru untuk memajukan bidang ini,” pungkasnya.

Saat diwawancarai, Bob Saril mengatakan bahwa PLN akan terus berupaya meningkatkan keandalan kelistrikan di Aceh. Tetapi di lain sisi PLN juga mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) di Sabang yang  belum memperoleh izin dari instansi pengendalian dampak lingkungan (Bapedal) setempat. Lebih lanjut, Gubernur Aceh sendiri sudah mengeluarkan surat bertujuan untuk memaksa dengan konsiderat untuk pelayananan kepada masyarakat Sabang. Surat itu sudah dikirim ke Pemerintah Sabang, dalam hal ini Bapedal untuk menyelesaikan perizinan itu. Ia menerangkan, dampak negatif tidak dibangunnya PLTMG akan terjadinya pemadaman listrik secara bergilir. Otomatis hal ini dapat mengganggu kondisi perekonomian di bidang pariwisata di sana. “Saat ini listrik di sana masih cukup, tapi dengan berkembangnya resort yang ada, pemakaian listrik yang ada, maka kebutuhan listrik meningkat,” imbuhnya. “Tahun ini harus selesai, kalau tidak, anggaran pembangunan PLTMG sekitar Rp 600 miliar hangus dan (uangnya) bisa dipindahkan ke tempat lain,” terangnya.

Rencana Pengembangan Listrik Aceh

Sebagai bagian dari rencana peningkatan keandalan kelistrikan Provinsi Aceh, Bob Saril juga menambahkan bahwa PT PLN Wilayah Aceh akan membangun PLTMG Banda Aceh, PLTM Kr. Isep, PLTA Peusangan 1,2, PLTU Nagan Raya 3,4, PLTMG Sabang, PLTMG Sinabang. Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk saat in persentase terbesar dari jumlah pelanggan pada PT PLN Wilayah Aceh masih dari sektor rumah tangga. Ke depan, potensi pelanggan dari sektor industri potensial diperkirakan berasal dari Semen Indonesia Aceh, KEK Lhokseumawe, Kawan Industri Aceh, Pabrik Timah, Semen Tripa Tamiang, dan PAG.

Ira Devi Sara, yang juga tenaga pengajar pada JTE&K saat mengisi diskusi ini dengan judul Infrastruktur Energi Indonesia memaparkan cara meningkatkan rasio kelistrikan. Menurutnya, perlu pembangunan sarana pembangkit, transmisi, dan distribusi dengan memperhatikan potensi energi primer setempat. Pembangunan infrastruktur energi juga harus suistanable dan ramah lingkungan. “Target 100 persen rasio kelistrikan dapat dicapai dalam waktu tiga sampai empat tahun mendatang,” jelasnya.

 

MoU Kerjasama Unsyiah dan PT PLN Wilayah Aceh

Dalam kesempatan ini Unsyiah dan PT PLN Wilayah Aceh juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama antara kedua pihak yang meliputi bidang rekruitmen, intermship dan penelitian. Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Unsyiah Dr Nazamuddin mengatakan, kerjasama ini diharapkan dapat berlangsung selama lima tahun. ‘Banyak hal yang bisa dilakukan yang saling menguntungkan baik untuk Unsyiah maupun PLN,” ujarnya.

Ketua Jurusan Teknik Elektro & Komputer (JTE&K) Dr Nasaruddin mengatakan, kontribusi jurusan ini untuk kelistrikan Aceh lebih kepada penelitian dan pengabdian. “Dari sisi keilmuan kita punya sumber daya manusia untuk mengelola renewable energi. Kita mengharapkan kajian-kajian yang kami di bidang kelistrikan bisa bermanfaat,” tuturnya. Zfq/Elz