KERJA CARI ANDA, BUKAN ANDA CARI KERJA MELALUI PORTOFOLIO DAN CV ONLINE

Program Studi Teknik Elektro (PSTE), Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar workshop “MEMBANGUN PORTOFOLIO DAN CV ONLINE” secara daring, yang terbagi dalam dua sesi, dimana sesi I berlangsung sejak tanggal 12 hingga 16 Juli 2021 dan sesi II akan digelar pada tanggal 12 hingga 16 Agustus 2021.

Adapun Workshop tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) PSTE-USK, yang diikuti oleh 160 peserta dari PSTE/PSTEKKOM FT-USK dan 19 tamu undangan Workshop dari Universitas lain di Aceh. Dalam rangkaian workshop tersebut Maulidan Nashuha S.Kom dan Galih Amar Barkah, S.Kom yang merupakan Full Stack Software Engineer dan DevOps Engine dipercaya sebagai pemateri terkait dengan tag line “Kerja cari Anda, bukan Anda Cari Kerja”.

Dalam Sambutannya Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Dr. Ramzi Adriman, ST., M.Sc memberikan apresiasi terhadap kegiatan PKKM-PSTE ini, Beliau mengatakan “Workshop ini bertujuan untuk menyusun Portofolio dan CV, untuk Assemen otentik sehingga peserta diharapkan akan dicari oleh Pekerjaan sesuai minat dan bakat masing-masing. Selanjutnya, Ramzi berharap setelah Workshop ini semua peserta harus mampu mengembangkan E-Portofolionya agar tujuan dari workshop ini dapat tercapai dengan baik.

Maulidan memaparkan di awal kegiatan workshop bahwa terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi para lulusan, diantaranya minimnya kepercayaan diri dan kebingungan dalam mencari kerja. Dengan membangun protofolio digital, para lulusan dapat mengeksplorasi potensi dirinya ke dunia luar. Ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan informasi para lulusan dan dapat secara langsung dihubungi untuk memenuhi lowongan posisi kerja tertentu.

Di akhir kegiatan Workshop ini, panitia akan memberikan e-Sertifikat dengan SYARAT peserta wajib menyelesaikan rangkaian kegiatan workshop dari awal hingga akhir. Hal ini dilakukan untuk memotivasi mahasiswa agar bertindak aktif, responsif, dan sungguh-sungguh dalam menghasilkan portofolio dan CV masing-masing.

Dana Bantuan dan Insentif bagi Mahasiswa Berkegiatan di Luar Kampus

Prodi Teknik Elektro melalui Hibah PKKM memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk membekali diri dan menyalurkan minat dan bakatnya dengan cara memberi bantuan dan insentif bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan di luar kampus dan menambah kemampuan softskill. Mahasiswa dapat mengusulkan proposal dengan mengikuti panduan. Usulan dapat diterima mulai 7 Juli 2021 dengan mengirimkan softcopy proposal melalui email ke pkkm.pste@unsyiah.ac.id dengan judul subjek email mengikuti judul file proposal yang dapat dilihat pada panduan.

BUKU PANDUAN HIBAH PKKM 2021 (.pdf)

Program Studi Teknik Elektro memenangkan Hibah Kompetisi Kampus Merdeka

Program Kompetisi Kampus Merdeka

Program Studi Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala memenangkan Program Kompetisi Kampus Merdeka tahun 2021. Hal tersebut diumumkan melalui pengumuman dari Dirjen Dikti dengan nomor: 0324/E.E1/KM.11.02/2021 pada tanggal 6 Juni 2021 yang lalu. Program Kompetisi Kampus Merdeka bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan memfasilitasi, mendorong, mempercepat perguruan tinggi mencapai tujuannya yang tercermin dalam 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020. Program Kompetisi Kampus Merdeka antara lain menyiapkan perguruan tinggi untuk implementasi Kampus Merdeka, termasuk prosedur dan penjaminan mutu pelaksanaan 8 (delapan) jenis program experiential learning untuk pengembangan keilmuan dan ketrampilan mahasiswa, yaitu dalam bentuk magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, membangun desa/KKN tematik, dan pertukaran pelajar.

UNSYIAH KUKUHKAN TIGA PROFESOR BARU

Universitas Syiah Kuala kembali mengukuhkan tiga Profesor baru melalui Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng IPU di gedung AAC Dayan Dawood. Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M. Eng, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M. Tech, dan Prof. Dr. Fitri Arnia, S.T., M. Eng. Sc. (Banda Aceh, 26/2/2020). Menariknya, dua di antara tiga professor tersebut berasal dari Fakultas Teknik, bahkan dari Jurusan yang sama yaitu Jurusan Teknik Elektro. Lebih jauh lagi, mereka berasal dari rumah yang sama, karena keduanya merupakan sepasang suami istri yaitu Prof. Khairul Munadi dan Prof. Fitri Arnia. Sementara Prof. Taufik Fuadi Abidin berasal dari FMIPA Unsyiah. Selanjutnya ketiga profesor tersebut membacakan orasi ilmiahnya. Di mulai dari Prof. Khairul Munadi dengan judul, Pengembangan Perangkat Cerdas Deteksi Dini Penyakit Berbasis Pencitraan Termal dan Deep Learning. Lalu Prof. Taufik Fuadi Abidin judul Pemanfaatan Mechine Learning dan Teknologi Big Data dalam Proses Penambangan Informasi. Selanjutnya Prof. Fitri Arnia dengan judul Pengolahan Citra Digital untuk Restorasi Naskah Kuno dan Temu Kembali (Retrieval) Konten pada Media Daring. Rektor dalam sambutannya mengungkapkan, setelah pengukuhan ini maka jumlah profesor Unsyiah menjadi 76 orang. Jumlah ini hanya 4,8% dari jumlah total dosen di Unsyiah. Meskipun demikian, Rektor bersyukur karena pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah dalam setahun terakhir cukup menggembirakan. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah profesor Unsyiah hanya 58 orang. Hal ini berarti, dalam 3 setahun telah terjadi pertumbuhan sebanyak 31%. #ProfesorUnsyiah #BanggaJadiUnsyiah

Sumber: HUMAS UNSYIAH

MUSABAQAH TILAWATIL QURAN MAHASISWA NASIONAL (MTQMN) KE-16 TAHUN 2019

Assalamualaikum Seluruh warga Aceh. Mari meriahkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16 tahun 2019 di kampus Unsyiah. Acara akan dimulai tanggal 28 Juli-4 Agustus 2019. Ada berbagai cabang lomba yang diikuti lebih dari 2.000 peserta dari seluruh universitas di Indonesia. Acara ini juga dimeriahkan dengan puluhan stand bazar dan expo di pelataran Gedung AAC Dayan Dawood. Untuk menghindari padatnya lalulintas, sebaiknya gunakan Transkoetradja. Jaga kebersihan bersama. Buang sampah pada tempat yang telah disediakan. #MTQMNXIVUnsyiah #BanggaJadiUnsyiah

Prof. Dr. Nasaruddin dikukuhkan sebagai Guru Besar Ke-2 Teknik Elektro & Komputer UNSYIAH

Jum’at, 12 Juli 2019. Universitas Syiah Kuala kembali mengukuhkan tiga Profesor baru melalui Rapat Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat Unsyiah Prof. Dr. Said Muhammad, M.A di Gedung AAC Dayan Dawood. Salah satunya adalah Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng.

Sidang Senat Terbuka Universitas Syiah Kuala Pengukuhan Professor
(Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng)

Nasaruddin menerima gelar Sarjana Teknik (S.T.) Elektro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia pada tahun 1997. Kemudian beliau menerima M.Eng dan D.Eng dalam Elektronika dan Informatika, Graduate School of Engineering, Osaka City University, Japan, masing-masing pada tahun 2006 dan 2009. Sejak tahun 1998, dia adalah dosen di Jurusan Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala. Saat ini, Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng. adalah Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Dia telah menerbitkan beberapa makalah di jurnal internasional dan jurnal nasional terakreditasi.

Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng. merupakan Guru Besar kedua yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Elektro dan Komputer setelah Prof. Dr. Ir. Yuwaldi Away, M.Sc yang dikukuhkan pada tahun 2006 silam. Dalam pengukuhannya hari ini, beliau menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Teknologi Komunikasi Digital: Perkembangan Terkini, Tantangan dan Peluang Riset di Masa Depan”.

Selain Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng., hari ini juga turut dikukuhkan dua guru besar lainnya yaitu: Prof. Dr. Drh. Ummu Balqis, M.Si, dan Prof. Dr. Muhammad Dani Supardan, S.T., M. T.

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah tahun ini cukup menggembirakan. Paling tidak hingga pertengahan tahun ini Unsyiah telah berhasil menambah lima profesor baru dari berbagai program studi. Maka secara keseluruhan jumlah profesor Unsyiah saat ini berjumlah 65 orang. Meskipun mulai membaik, namun Rektor menilai pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah ini masih berkutat di angka 4% dari jumlah dosen secara keseluruhan. Hal ini terjadi karena adanya penambahan dosen baru di beberapa program studi yang memperbesar faktor pembagi.

“Oleh karena itu, untuk memenuhi target minimal dari Kemenristekdikti, maka sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis riset, Unsyiah membutuhkan penambahan sebanyak 95 orang profesor lagi, untuk mencapai persentase 10% jumlah profesor,” ungkap Rektor. Sementara ini, perguruan tinggi yang sudah berhasil memenuhi syarat minimal tersebut masih sangat terbatas, yaitu Institut Pertanian Bogor (17%), Universitas Hasanuddin (15%), Institut Teknologi Bandung (13%), Universitas Gadjah Mada (12%), dan Universitas Indonesia (11%).

“Bagaimanapun, kita tetap optimis bahwa jumlah professor di Unsyiah, insya Allah akan terus bertambah secara signifikan di tahun-tahun mendatang, sehingga segera bisa memenuhi syarat minimal 10% tersebut,” kata Rektor. Rektor juga mengatakan bahwa ketiga profesor yang dikukuhkan hari ini, berpotensi besar untuk memperbaiki peringkat jumlah publikasi ilmiah bereputasi dari Unsyiah, melalui kepakaran yang mereka miliki dan tertuang dalam publikasi di jurnal-jurnal bereputasi. Selain itu, kepakaran mereka diharapkan bisa menyelasaikan masalah bangsa ini.

Misalnya kepakaran Prof. Ummu Balqis, yang merupakan profesor wanita ketujuh di Unsyiah dan pertama di Fakultas Kedokteran Hewan. Kepakarannya dalam bidang patologi sangat dibutuhkan pada bidang peternakan. Mengingat,laju mobilitas manusia di seluruh dunia yang terus meningkat, yang berpotensi memfasilitasi arus penularan penyakit pada hewan, ternak, dan bahkan pada manusia. “Maka ada tantangan besar di bidang kesehatan hewan untuk mendeteksi dan mencegah terjangkitnya penyakit-penyakit yang bersifat zoonosis pada hewan. Kepakaran Prof.Ummu Balqis berpeluang besar untuk berkontribusi secara signifikan dalam menjawab tantangan tersebut,” ucap Rektor.

Begitu pula riset berkesinambungan dari Prof. Muhammad Dani Supardan yang juga memanfaatkan bahan alam sebagai bahan dasar.  Di mana kepakarannya terkait dengan pengembangan proses produksi minyak nabati dan produk turunannya sangatlah penting. Studi ini berdasarkan fakta, bahwa optimalisasi proses produksi minyak nabati di Indonesia masih sangat mungkin dilakukan melalui rekayasa proses produksi. “Maka kepakaran  Prof. Muhammad Dani Supardan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi yang bisa diaplikasikan dalam proses produksi minyak nabati tersebut,” ucap Rektor.

Sementara itu, rektor juga menyebutkan bahwa kepakaran Prof. Nasaruddin, sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat dan dinamis seperti sekarang ini. Seiring datangnya era revolusi industri 4.0, di mana komunikasi nirkabel menjadi salah satu instrumen pendukung utama, maka riset tentang pengembangan teknologi informasi dan komunikasi ini pun menjadi ujung tombak untuk menjawab kebutuhan zaman. “Sejauh ini, riset yang dilakukan oleh Prof. Nasaruddin sangat sejalan untuk perkembangan teknologi ini. Kita berharap kepakaran beliau bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan teknologi komunikasi di masa depan,” pungkas Rektor.