MUSABAQAH TILAWATIL QURAN MAHASISWA NASIONAL (MTQMN) KE-16 TAHUN 2019

Assalamualaikum Seluruh warga Aceh. Mari meriahkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16 tahun 2019 di kampus Unsyiah. Acara akan dimulai tanggal 28 Juli-4 Agustus 2019. Ada berbagai cabang lomba yang diikuti lebih dari 2.000 peserta dari seluruh universitas di Indonesia. Acara ini juga dimeriahkan dengan puluhan stand bazar dan expo di pelataran Gedung AAC Dayan Dawood. Untuk menghindari padatnya lalulintas, sebaiknya gunakan Transkoetradja. Jaga kebersihan bersama. Buang sampah pada tempat yang telah disediakan. #MTQMNXIVUnsyiah #BanggaJadiUnsyiah

Prof. Dr. Nasaruddin dikukuhkan sebagai Guru Besar Ke-2 Teknik Elektro & Komputer UNSYIAH

Jum’at, 12 Juli 2019. Universitas Syiah Kuala kembali mengukuhkan tiga Profesor baru melalui Rapat Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat Unsyiah Prof. Dr. Said Muhammad, M.A di Gedung AAC Dayan Dawood. Salah satunya adalah Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng.

Sidang Senat Terbuka Universitas Syiah Kuala Pengukuhan Professor
(Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng)

Nasaruddin menerima gelar Sarjana Teknik (S.T.) Elektro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia pada tahun 1997. Kemudian beliau menerima M.Eng dan D.Eng dalam Elektronika dan Informatika, Graduate School of Engineering, Osaka City University, Japan, masing-masing pada tahun 2006 dan 2009. Sejak tahun 1998, dia adalah dosen di Jurusan Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala. Saat ini, Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng. adalah Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Dia telah menerbitkan beberapa makalah di jurnal internasional dan jurnal nasional terakreditasi.

Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng. merupakan Guru Besar kedua yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Elektro dan Komputer setelah Prof. Dr. Ir. Yuwaldi Away, M.Sc yang dikukuhkan pada tahun 2006 silam. Dalam pengukuhannya hari ini, beliau menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Teknologi Komunikasi Digital: Perkembangan Terkini, Tantangan dan Peluang Riset di Masa Depan”.

Selain Prof. Dr. Nasaruddin, S.T., M.Eng., hari ini juga turut dikukuhkan dua guru besar lainnya yaitu: Prof. Dr. Drh. Ummu Balqis, M.Si, dan Prof. Dr. Muhammad Dani Supardan, S.T., M. T.

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah tahun ini cukup menggembirakan. Paling tidak hingga pertengahan tahun ini Unsyiah telah berhasil menambah lima profesor baru dari berbagai program studi. Maka secara keseluruhan jumlah profesor Unsyiah saat ini berjumlah 65 orang. Meskipun mulai membaik, namun Rektor menilai pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah ini masih berkutat di angka 4% dari jumlah dosen secara keseluruhan. Hal ini terjadi karena adanya penambahan dosen baru di beberapa program studi yang memperbesar faktor pembagi.

“Oleh karena itu, untuk memenuhi target minimal dari Kemenristekdikti, maka sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis riset, Unsyiah membutuhkan penambahan sebanyak 95 orang profesor lagi, untuk mencapai persentase 10% jumlah profesor,” ungkap Rektor. Sementara ini, perguruan tinggi yang sudah berhasil memenuhi syarat minimal tersebut masih sangat terbatas, yaitu Institut Pertanian Bogor (17%), Universitas Hasanuddin (15%), Institut Teknologi Bandung (13%), Universitas Gadjah Mada (12%), dan Universitas Indonesia (11%).

“Bagaimanapun, kita tetap optimis bahwa jumlah professor di Unsyiah, insya Allah akan terus bertambah secara signifikan di tahun-tahun mendatang, sehingga segera bisa memenuhi syarat minimal 10% tersebut,” kata Rektor. Rektor juga mengatakan bahwa ketiga profesor yang dikukuhkan hari ini, berpotensi besar untuk memperbaiki peringkat jumlah publikasi ilmiah bereputasi dari Unsyiah, melalui kepakaran yang mereka miliki dan tertuang dalam publikasi di jurnal-jurnal bereputasi. Selain itu, kepakaran mereka diharapkan bisa menyelasaikan masalah bangsa ini.

Misalnya kepakaran Prof. Ummu Balqis, yang merupakan profesor wanita ketujuh di Unsyiah dan pertama di Fakultas Kedokteran Hewan. Kepakarannya dalam bidang patologi sangat dibutuhkan pada bidang peternakan. Mengingat,laju mobilitas manusia di seluruh dunia yang terus meningkat, yang berpotensi memfasilitasi arus penularan penyakit pada hewan, ternak, dan bahkan pada manusia. “Maka ada tantangan besar di bidang kesehatan hewan untuk mendeteksi dan mencegah terjangkitnya penyakit-penyakit yang bersifat zoonosis pada hewan. Kepakaran Prof.Ummu Balqis berpeluang besar untuk berkontribusi secara signifikan dalam menjawab tantangan tersebut,” ucap Rektor.

Begitu pula riset berkesinambungan dari Prof. Muhammad Dani Supardan yang juga memanfaatkan bahan alam sebagai bahan dasar.  Di mana kepakarannya terkait dengan pengembangan proses produksi minyak nabati dan produk turunannya sangatlah penting. Studi ini berdasarkan fakta, bahwa optimalisasi proses produksi minyak nabati di Indonesia masih sangat mungkin dilakukan melalui rekayasa proses produksi. “Maka kepakaran  Prof. Muhammad Dani Supardan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi yang bisa diaplikasikan dalam proses produksi minyak nabati tersebut,” ucap Rektor.

Sementara itu, rektor juga menyebutkan bahwa kepakaran Prof. Nasaruddin, sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat dan dinamis seperti sekarang ini. Seiring datangnya era revolusi industri 4.0, di mana komunikasi nirkabel menjadi salah satu instrumen pendukung utama, maka riset tentang pengembangan teknologi informasi dan komunikasi ini pun menjadi ujung tombak untuk menjawab kebutuhan zaman. “Sejauh ini, riset yang dilakukan oleh Prof. Nasaruddin sangat sejalan untuk perkembangan teknologi ini. Kita berharap kepakaran beliau bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan teknologi komunikasi di masa depan,” pungkas Rektor.

Dosen Teknik Elektro & Komputer, Dr. Khairul Munadi dilantik sebagai salah satu anggota DRN

Jakarta, 04 Juli 2018. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melantik 74 Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2019-2022. Ke tujuh puluh empat Anggota tersebut dibagi dalam sembilan komisi teknis di dalam DRN. Salah satu diantaranya adalah Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng. Beliau merupakan dosen tetap Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Dalam struktur DRN, Dr. Khairul Munadi ditugaskan menjadi anggota Komisi Teknis Lingkungan dan Kebencanaan.

Pelantikan Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2019 – 2022

Sebagai anggota DRN, mereka ditugaskan oleh Menristekdikti, untuk mengawal dan menerapkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) kepada para mitra DRN, sehingga RIRN dapat mengarusutamakan inovasi dalam perekonomian Indonesia.

Berikut adalah Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2019 – 2022 beserta komisi teknisnya yang dilantik pada Kamis (4/7) di Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat:

Komisi Teknis Pangan dan Pertanian:

  1. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si (Kementerian Pertanian)
  2. Dr. Ngakan Timur Antara (Kementerian Perindustrian)
  3. Prof. Dr. drh. Herdis, M.Si (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
  4. Ir. Utama Kajo (Kamar Dagang Indonesia)
  5. Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU (Badan Restorasi Gambut)
  6. Dr. Ir. I Wayan Budistra, M.Agr (Institut Pertanian Bogor)
  7. Dr. Ir. Agus Somamihardja (PT. Kawan Kita Mitra Lestari)
  8. Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Energi:

  1. Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc (Kementerian Energi dan Sumber)
  2. Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto (Badan Tenaga Nuklir Nasional)
  3. Prof. Triyogi Yuwono, Ph.D (Institut Teknologi Sepuluh November)
  4. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana M.K., M.T (Universitas Indonesia)
  5. Dr. Ir. Agus Purwadi, MT (Institut Teknologi Bandung)
  6. Ir. Hardiv Harris Situmeang, MSc, D.Sc (Indonesian National Committee – World Energy Council)
  7. Dr. Tirto Prakosa Brojonegoro, M.Eng (Institut Teknologi Bandung)
  8. Dr. Deendarlianto, ST., M.Eng (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Teknologi, Informasi dan Komunikasi:

  1. Dr. Basuki Yusuf Iskandar (Kementerian Komunikasi dan Informatika)
  2. Shinta Dhanu Wardoyo, MBA (PT. Bubu Kreasi Perdana)
  3. Dr. Eng. Wardi, ST., M.Eng (Universitas Hasanuddin)
  4. Dr. Asep Karsidi, M.Sc (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
  5. Prof. Dr. Heru Suhartanto (Universitas Indonesia)
  6. Dr. Ir. Ashwin Sasongko Sastrosubroto, M.Sc., Ph.D, IPU (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
  7. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)
  8. Fajar Harry Sampurno Kuffal, Ph.D (Kementerian Badan Usaha Milik Negara)

Komisi Teknis Transportasi dan Maritim:

  1. Ir. Sugihardjo, M.Si (Kementerian Perhubungan)
  2. Ir. Heri Yansyah, M.Sc (PT. Dirgantara Indonesia)
  3. Ir. Tri Achmadi, Ph.D (Institut Teknologi Sepuluh November)
  4. Dr. Agus Eko Nugroho (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
  5. Dr. Ir. Ruchyat Deni Djakapermana, M.Eng (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
  6. Prof. Ade Sjafruddin, M,Sc., Ph.D (Institut Teknologi Bandung)
  7. Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc (Eng) (Universitas Gadjah Mada)
  8. Prof. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Pertahanan dan Keamanan:

  1. Dr. Ir. Anne Kusmayati (Kementerian Pertahanan)
  2. Dr. Kennedy Simanjuntak, MA (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
  3. Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
  4. Dr. Ir. Ade Bagdja, MME (PT. PINDAD)
  5. Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA (Universitas Indonesia)
  6. Marsma TNI Dr. Ir. Gita Amperiawan, M.Sc., MBA (PT. Dirgantara Indonesia)
  7. Prof. Dr. Sigit Riyanto, SH., LLM (Universitas Gadjah Mada)
  8. Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl.Ing (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)

Komisi Teknis Kesehatan dan Obat:

  1. Dr. Siswanto, MPH, DTM (Kementerian Kesehatan)
  2. Prof. Dr. Achmad Syahrani, MS.Apt (Universitas Airlangga)
  3. Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K) (Universitas Indonesia)
  4. Dr. Trisa Wahyuni Putri, M.Kes (Kementerian Kesehatan)
  5. Ir. H. Ade Tarya Hidayat (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia)
  6. Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli, SH, MH, FCB.Arb (Kementerian Komunikasi dan Informatika)
  7. Prof. dr. Adi Utarini, M.S, MPH., Ph.D (Universitas Gadjah Mada)
  8. Dr. Boenjamin Setiawan (PT. Kalbe Farma)

Komisi Teknis Material Maju:

  1. Dr. Dwi Gustiono, S.Si., M.Eng (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
  2. Eddy Giri Rachman Putra, Ph.D (Badan Tenaga Nuklir Nasional)
  3. Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D (Institut Teknologi Bandung)
  4. Nofrijon Sofyan, Ph.D (Universitas Indonesia)
  5. Ir. Zakiyudin (Kementerian Perindustrian)
  6. Ir. Koesnohadi, M.Eng (PT. Krakatau Natural Resources)
  7. Dr. Nurul Taufiqu Rachman, M.Eng (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
  8. Prof. Ir. Jamasri, Ph.D (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Sosial, Humaniora, Pendidikan, Seni, dan Budaya:

  1. Prof. Dr. Ainun Na’im, Ph.D., M.B.A (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
  2. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si (Institut Pertanian Bogor)
  3. Dr. Wahyu Dewati, SE., Akt., MA (Bank Indonesia)
  4. Prof. Dr. R Siti Zuhro, MA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
  5. Prof. Dr. Ravik Karsidi (Universitas Sebelas Maret)
  6. Ir. Muhammad Najikh (PT. Kelola Mina Laut)
  7. Dr. Drs. Kuskridho Ambardi, MA (Universitas Gadjah Mada)
  8. Dr. Elan Sastriawan, M.Ec (Universitas Gadjah Mada)
  9. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (UIN Syarif Hidayatullah)

Komisi Teknis Lingkungan dan Kebencanaan:

  1. Prof. Sudharto P Hadi, Ph.D (Universitas Diponegoro)
  2. Dr. Eng Andi Eka Sakya, M.Eng (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
  3. Dr. Muhammad Dimyati (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
  4. Prof. Dr. Suratman, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)
  5. Dr. Khairul Munadi, M. Eng (Universitas Syiah Kuala)
  6. Ir. Bernardus Wisnu Widjadja, M.Sc (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
  7. Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
  8. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D (Institut Teknologi Bandung)
  9. Dr. Surono (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)

Dalam pelantikan Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2019 – 2022 ini turut hadir Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik (KSKP) Kemenristekdikti Nada D.S. Marsudi, para Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2015-2018, para Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2019-2022, para pimpinan Dewan Riset Daerah (DRD), serta para eselon Kemenristekdikti.

Sumber:
http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/357562/menristekdikti-lantik-74-anggota-drn-periode-2019-2022

Mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer lolos sebagai Finalis TICA 2019, Tokyo, Japan

Juni 2019,  Panitia pelaksana Tokyo Tech Indonesian Commitment Award (TICA) Persatuan Pelajar Indonesia di Tokyo Institute of Technology (PPI Tokodai) mengumumkan 20 tim yang berhasil lolos sebagai finalis terbaik pada Kompetisi Paper TICA 2019. Salah satu tim yang lolos adalah Tim dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer yang diketuai oleh Hendrik Leo. Tim ini terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

Hendrik Leo bersama tim-nya berhasil lulus dengan membawa paper berjudul “Outdoor Vertical Farming to Decrease Land Expansion and Increase Farmer’s Productivity”. Paper ini menyajikan suatu sistem pertanian vertikal luar ruangan untuk mengurangi ekspansi lahan sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani.

Humas TICA 2019 menyampaikan bahwa proses penilaian sangat kompetitif dan begitu ketat. Dari sejumlah paper yang masuk, Panitia hanya menetapkan 20 tim yang lolos menjadi finalis TICA 2019. TICA merupakan ajang kompetisi paper bagi mahasiswa S1 di Indonesia yang diselenggarakan oleh PPI Tokodai. Acara ini telah berlangsung selama 10 tahun berturut-turut dan selalu mengundang finalis terpilih untuk presentasi karya ilmiahnya di Tokyo. Inti dari rangkaian kegiatan TICA 2019 yang memberikan kesempatan pada mahasiswa S1 di seluruh Indonesia untuk memulai dan mempublikasikan penelitiannya. Kompetisi karya ilmiah TICA 2019 terbagi ke dalam 4 cluster yaitu Information and Communications Technology, Sustainable Energy and Emergent Materials, Environment and Society, dan Life Science. Peserta dengan karya ilmiah terbaik akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan penelitiannya di Grand Seminar TICA 2019. Pengumuman peserta yang lolos menjadi finalis terbaik dapat dilihat pada http://tica.ppitokodai.com/assets/images/event/Pengumuman%20Abstrak%20TICA%202019.pdf

Tahun ini kompetisi TICA diselenggarakan dengan mengangkat tema “Menuju Indonesia Emas Melalui Kolaborasi Pemuda dan Science” yang dilandasi bonus demografi yang akan kita hadapi beberapa tahun ke depan. Banyaknya jumlah penduduk usia produktif merupakan tantangan dan peluang yang harus disiapkan, oleh karena itu TICA 2019 turut serta berperan dalam menyiapkan SDM berkualitas dengan rangkaian acara yang akan dilaksanakan.

Untuk selanjutnya tim yang lolos akan kembali bersaing kembali untuk merebut hadiah utama yaitu mempresentasikan karyanya di Kampus Ookayama, Tokyo Institute of Technology, 2-12-1 Ookayama, Meguro-ku, Tokyo 152-8550, Japan.

Selamat kepada Hendrik Leo dan kawan-kawan. Terus berjuang menjadi yang terbaik.

Mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer Runner-Up Republic of IoT 2018 Kemenkominfo R.I.

Jakarta, 25 November 2018. Republic of IoT (RIoT) 2018 menampilkan berbagai inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Sebanyak 30 tim terpilih dengan solusinya masing-masing meramaikan pameran dalam acara yang diadakan di Hall Lantai 2 Senayan City tersebut. RIoT diselenggarakan oleh Makestro dan Infia Pariwara, berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, didukung oleh XL Business Solutions. Pada RIoT 2018 ini peserta diminta untuk membuat solusi berbasis IoT dari berbagai topik yaitu: agrikultur, logistik, energi dan utilitas, industrial IoT, keamanan, kesehatan, fintech, building automation, fleet management, dan transportasi. Solusi-solusi yang dihasilkan diharapkan dapat direalisasikan dan bernilai-guna untuk masyarakat dan industri untuk mendukung progam pemerintah Making Indonesia 4.0.

Dari 30 tim yang terpilih, 2 (dua) tim diantaranya adalah mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Kedua tim tersebut masing-masing diberi nama “ULTRA FARMING” dan “CAMPLI”. ULTRA FARMING menampilkan sistem peternakan berbasis IoT berupa kandang digital untuk monitoring dan controlling peternakan ayam. Sementara itu, CAMPLI menampilkan sistem bercocok tanam cabe berbasis IoT. Pada kesempatan ini Tim ULTRA FARMING berhasil meraih Juara II (Runner-Up) dan Tim CAMPLI menempati finalis 10 besar.

Sementara itu, tim Favorit dimenangkan oleh Mahapati dari Bali. Hadiah untuk pemenang berupa uang tunai, pemenang juga berkesempatan mengembangkan karyanya lebih lanjut dan mendapat bimbingan serta inkubasi di X-Camp (Lab Inovasi IoT XL)

Visi RIoT 2018 ingin menjadi perhelatan bagi makers, komunitas, dan pemangku kepentingan IoT lokal berkumpul untuk bersinergi dan berkolaborasi demi memajukan langkah ekosistem Internet of Things di Indonesia. Republic of IoT 2018 merupakan perhelatan Internet of Things terbesar di Indonesia. Ajang ini diselenggarakan oleh Makestro dan Infia Pariwara, berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, BEKRAF, XL Axiata, Nodeflux, Global Research Cloud, serta u-Blox, sebagai rekanan acara. RIoT 2018 berlangsung selama dua hari, 24 dan 25 November, 2018.