Select Page

Sosialisasi SOP Pengukuran & Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis OBE Menuju Akreditasi Internasional

Banda Aceh – Saat ini Program Studi Teknik Elektro (PSTE) USK sedang dalam proses pengajuan General Accreditation (GA) melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Teknik Indonesia atau The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) yang merupakan sebuah organisasi independen nirlaba yang didirikan sebagai bagian dari lembaga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menumbuhkembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknik dan computing. Lembaga ini menyusun beberapa kriteria dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) atau kurikulum berbasis OBE.

Kontruksi penyusunan dan pencapaian (Setyawan, 2020)

Penerapan kurikulum OBE tercermin dari rumusan Capaian Pembelajaran (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), diskripsi bahan kajian, isi matakuliah dan bobot asesmen. CPL adalah kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan dari suatu program studi berdasarkan penjabaran terhadap Profil Profesional Mandiri (PPM) yang telah disepakati bersama Advisory Board dan Stakeholder yang ditetapkan oleh program studi. Dalam kurikulum setiap mata kuliah telah ditentukan CPMK yang harus dicapai. Dosen diberi kewenangan untuk menentukan cara atau metode pengukuran yang sesuai.

Saat ini, dosen di PSTE telah melakukan proses pengukuran CPL dan CPMK untuk setiap mata kuliah yang diampu dengan menggunakan metode asesmen OBE, akan tetapi hasil pengukuran belum dapat dipelihara dan didokumentasikan dengan baik. Hal ini menyebabkan program studi sulit melakukan tahapan evaluasi sebagai bukti bahwa semua lulusan telah secara langsung atau tidak langsung memenuhi semua capaian pembelajaran yang ditetapkan. Selain itu, kebijakan dan standar prosedur operasional (SOP) tertulis yang menjelaskan tentang pedoman pengukuran dan evaluasi CPL berbasis OBE juga belum tersedia. Sehingga menyebabkan semua pihak sulit untuk memahami tentang  proses pengukuran dan evaluasi CPL berbasis OBE secara keseluruhan. Oleh sebab itu dibutuhkan adanya penyusunan pedoman yang berisi metode dan prosedur pengukuran dan evaluasi CPL sehingga dapat teridentifikasi kendala dalam pemenuhan CPL serta akar penyebab suatu masalah untuk menghasilkan peluang perbaikan berkelanjutan.

Sosialisasi dengan dosen di Ruang Seminar JTEK

Sebagai salah satu tindak lanjut untuk penerapannya, pada tanggal 18 November 2022 telah dilakukan sosialisasi terkait SOP untuk memberikan pemahaman kepada Dosen di Tingkat Jurusan Teknik Elektro dan Komputer bagaimana proses atau tahapan yang harus dilalui dalam menghasilkan capaian pembelajaran mahasiswa agar proses perbaikan pelaksanaan perkuliah dapat dievaluasi. Selain itu pada tanggal 16 November 2022 juga telah dilakukan sosialisasi kepada mahasiswa terkait bagaimana proses pengukuran capaian pembelajaran mereka dan apa saja yang harus diperhatikan mahasiswa agar CPL mereka terpenuhi. Kegiatan ini dilakukan secara virtual via Zoom Meeting yang diikuti oleh beberpa mahasiswa setiap angkatan mulai dari angkatan 2018 hingga 2022.

Kegiatan sosialisasi dengan mahasiswa via Zoom Meeting

Adapun video testimoni dari Dosen dan Mahasiswa terhadap pengadaan SOP serta pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dapat dilihat di sini.

Pelatihan Pemrograman Mikrokontroler 2022 dan International Case Study Competition (I-CAST)

Untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan akademik yang bermutu Universitas Syiah Kuala memiliki tantangan tersendiri dalam peningkatan prestasi akademik dan non -akademik mahasiswa. Universitas diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dan mengikuti berbagai kegiatan kompetisi kemahasiswaan. Permasalahan ini tentunya dapat berdampak terhadap kinerja organisasi dalam mewujudkan universitas unggul dalam hal mutu dan pelayanan yang prima (service excellent).

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mendorong mahasiswa dapat menentukan sebuah tindakan nyata adalah melalui kegiatan pembinaan. Kegiatan aktualisasi dapat menstimulasi mahasiswa agar dapat melakukan aktivitas yang positif yaitu mengikuti kegiatan kompetisi kemahasiswaan pada tingkat nasional/internasional. Saat ini kebanyakan mahasiswa masih memiliki rasa enggan untuk bergabung dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kompetisi yang ada. 

Pembinaan dan dukungan universitas terhadap mahasiswa untuk mengikuti kompetisi nasional merupakan salah satu wujud implementasi tridarma perguruan tinggi sebagai upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. Pembinaan dan dukungan yang diberikan universitas merupakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk karakter, keterampilan berpikir serta tindakan nyata yang dilakukan oleh mahasiswa. Prestasi mahasiswa yang dihasilkan dari berbagai kompetisi yang diikuti akan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan dan prestasi perguruan tinggi.

 Program Pembinaan dan Partisipasi Kompetisi nasional/internasional telah mengadakan kegiatan Pelatihan Pemrograman Mikrokontroler sebagai wujud pembinaan terhadap mahasiswa agar mahasiswa termotivasi untuk aktif berkontribusi dan mengikuti berbagai kegiatan kompetisi kemahasiswaan.

Kegiatan Pelatihan Pemrograman Mikrokontroler dilaksanakan dalam 3 tahap. Minggu pertama dilaksanakan pada 27 Agustus 2022, kemudian pada minggu kedua dilaksanakan pada 03 September 2022, dan Minggu ketiga dilaksanakan pada 10 September 2022. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 42 orang peserta. Masing-masing peserta merupakan mahasiswa dan mahasiswi program studi Teknik elektro Angkatan 2020, 2021 dan 2022.

Selain kegiatan pembinaan, Universitas Syiah Kuala juga mendelegasikan tim Koetaradja 6.0 pada ajang Internasional Study Case Competition (I-CAST) dilaksanakan pada tanggal 9-12 Maret 2022 di Universitas Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh team Koetaradja 6.0 yang beranggotakan 2 orang mahasiswa Fakultas Teknik, yaitu Imam Ashabul Yamin (Teknik Elektro) dan Rizki Wahidi (Teknik Kimia).

Pelaksanaan kompetisi tersebut dilakukan secara daring/online. Mengingat kondisi dan situasi Pandemi Covid-19 yang masih belum selesai. Kegiatan dimulai pada bulan Januari 2022 hingga final competition berlangsung pada 11 Maret 2022. Pengumuman juara dilangsungkan pada malam hari tanggal 12 Maret 2022. Tim Koetaradja 6.0 berhasil meraih juara 2 pada ajang tersebut dengan mengusung judul “Modelling of Biomethane Power Plant Production and Techno-Economic Analysis Utilizing Anaerobic, Methanation, and Combined Cycle Process in Aspen HYSYS” dimana karya ini bertujuan untuk memodelkan produksi biogas untuk meminimalisasi food waste dan food loss yang ada di Indonesia.

Kegiatan pembinaan dan partisipasi pada kompetisi nasional yang diselenggarakan sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kesiapan, keterampilan dan kepercayaan diri dalam mengikuti kompetisi nasional baik dalam segi keuangan, pendampingan, juga pembekalan ilmu pengetahuan.

Program Kampus Merdeka : Penguatan Pelaksanaan Tri Dharma di Kampus Lain – Dosen Mengajar di Kampus Lain

Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tiga aspek yang harus dimiliki dalam perguruan tinggi saat aktivitas akademik berlangsung. Ketiga hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dan dikembangkan secara berkesinambungan oleh seluruh civitas akademika diantaranya adalah dosen dan mahasiswa. Idealnya Tri Dharma Perguruan Tinggi ini terinternalisasi ke dalam jiwa seluruh civitas akademika, sehingga istilah ini bukan hanya slogan atau jargon belaka. Namun hal ini pun menjadi budaya yang disadari oleh semuanya.

Dosen sebagai salah satu aktor Tri Dharma diharapkan agar selalu menyesuaikan program-programnya dengan perkembangan zaman, serta lebih mengembangkan budaya akademik agar menghasilkan produktivitas dan kontribusi yang bermanfaat dalam masyarakat. Dalam implementasinya tugas utama dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan adalah mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. PSTE melalui program PKKM menjembatani dosen untuk ikut dalam program Penguatan Pelaksanaan Tri Dharma di Kampus Lain demi terwujudnya dosen yang berkualitas untuk kemajuan pendidikan perguruan tinggi Indonesia. Dengan adanya koordinasi dalam kegiatan ini maka diharapkan dosen Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Komputer dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di luar kampus.

Kegiatan Penguatan Pelaksanaan Tri Dharma di Kampus Lain saat ini sedang dilaksanakan di Kampus Politeknik Pelayaran Malahayati yang merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 semester yaitu semester genap tahun ajaran 2021/2022 dan semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Kegiatan ini diikuti oleh Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala. Proses belajar mengajar dilaksanakan pada 3 kelas berbeda dengan jumlah peserta tiap kelas berkisar antara 20 -25 mahasiswa. Metode pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode luring di dalam kelas, laboratorium dan kapal latih. Pembelajaran mengacu kepada International Maritime Organisation (IMO) Model Course 7.04 Function 2 mengenai Electrical, Electronic and Control System.

Selain itu kegiatan Penguatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kampus Lain juga dilaksanakan di Universitas Diponegoro yaitu berupa Kegiatan kuliah umum dengan tema “Peran Teknologi Komputer di Era Smart Society 5.0 untuk Kesehatan Jiwa” yang dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 5 Agustus 2022 pukul 07.00 WIB sampai selesai. Kuliah tamu secara luring dilaksanakan di Ruang Teater Gedung GKU (Dekanat Fakultas Teknik Undip) lantai 4. Sedangkan secara daring kegiatan dilaksanakan menggunakan aplikasi zoom.

Perubahan dan perkembangan di dunia keteknikan khususnya teknik elektro menuntut tidak hanya pengalaman namun juga profesional yang memperoleh rekognisi (pengakuan) untuk dapat memperoleh kesempatan dan dengan leluasa berkontribusi dalam pesatnya perkembangan teknologi di bidang teknik elektro. Dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampus lain diharapkan dosen dapat merasakan atmosfer mengajar di kampus lain dengan berbagai macam karakter, bakat dan kompetensi mahasiswa sehingga terwujudnya dosen yang berwawasan luas, memiliki networking yang luas serta dapat meningkatkan kompetensi sebagai dosen baik di dalam maupun di luar kampus. Selain itu terwujudnya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampus lain dengan menerapkan nilai-nilai moral, etika dan kebudayaan yang diterapkan di Jurusan Teknik Elektro dan Komputer.

Penugasan Dosen Untuk Mengikuti  Pendidikan, Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Profesi – Program Profesi Insinyur (PPI) dan Pelatihan Dasar-Dasar AMDAL

Dosen di Perguruan Tinggi selain sebagai pengajar juga memiliki peran penting dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, selain itu juga harus terus mengembangkan ilmunya melalui penelitian dan menerapkan hasil penelitian tersebut melalui pengabdian pada masyarakat.

Dosen yang bermutu dan profesional menjadi tuntunan sekaligus juga tuntutan masyarakat seiring dengan perkembangan jaman dan persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi. Untuk membentuk dosen yang profesional sangat tergantung pada banyak hal diantaranya adalah dosen itu sendiri, pemerintah serta masyarakat.

Salah satu bentuk keseriusan Pemerintah terhadap perkembangan pendidikan serta perbaikan kesejahteraan Dosen adalah dengan adanya program
penugasan dosen untuk mengikuti program pendidikan, sertifikasi kompetensi  dan sertifikasi profesi. PSTE melalui program PKKM menjembatani dosen untuk ikut dalam program pendidikan, sertifikasi kompetensi  dan sertifikasi profesi demi terwujudnya dosen yang berkualitas untuk kemajuan Pendidikan perguruan tinggi Indonesia yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan.

Kegiatan penugasan dosen untuk mengikuti Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) telah dilaksanakan di Universitas Gajah Mada periode Januari-Juli 2022 dan sedang dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala periode Juli-Desember 2022.  Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta, yaitu 14 orang peserta PPI UGM dan 5 orang peserta PPI USK. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring, untuk itu pihak penyelenggara telah mempersiapkan platform untuk digunakan dalam kegiatan tersebut.

Selain kegiatan PPI, telah dilaksanakan juga Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Dasar-Dasar Amdal yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 7 Agustus 2022  di PPLH USK Banda Aceh.

Kegiatan Pelatihan Dasar-Dasar Amdal dilaksanakan secara Luring selama 4 hari. Hari pertama hingga hari ketiga kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dasar-dasar amdal, sedangkan pada hari ke empat kegiatan yang dilaksanakan adalah evaluasi dan sidang evaluasi Dokumen Amdal. Pelatihan ini Memberikan pengetahuan dasar mengenai AMDAL serta bentuk-bentuk dokumen AMDAL dan kaitannya dengan izin lingkungan, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan peserta untuk menyusun dokumen AMDAL bagi suatu kegiatan/usaha yang direncanakan.

Pelaksanaan kegiatan penugasan dosen ini bertujuan untuk mencapai rekognisi terhadap profesionalisme dosen-dosen PSTE yang telah memiliki pengalaman dalam menerapkan dan mengaplikasikan keilmuannya baik di dalam maupun di luar institusi. Selain itu juga untuk memastikan lifetime learning bagi dosen-dosen sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Penguatan Inovasi yang dapat digunakan Masyarakat – Hilirisasi IPTEK Mobile Self-Screening Pendeteksi Kanker Payudara dan Inovasi Alat Ukur Digital Untuk Deteksi Stunting Berbasis Ultrasonik

Keberhasilan Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Syiah Kuala (USK) dalam memenangkan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Dikti-Ristek, telah banyak memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kualitas lulusan, kualitas dosen pendidikan, dan kualitas kurikulum dan pembelajaran pada prodi ini, terkhusus dalam bidang Hilirisasi inovasi iptek. Inovasi yang ditawarkan oleh Dosen dari Prodi Teknik Elektro kali ini adalah pencegahan dini terhadap penyakit yang berdampak bagi kesehatan dan generasi akan datang.

Bantuan Hilirisasi Inovasi Iptek yang didanai oleh PKKM-PSTE 2022 diperoleh setelah proposal yang diajukan oleh peneliti disetujui untuk didanai oleh Tim PKKM USK melalui Tim PKKM PSTE. Dengan bantuan hilirisasi ini diharapkan point ke-5 dari Indikator Kinerja Utama (IKU) berupa Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat dapat tercapai dengan maksimal.

Dua Kegiatan yang berhasil didanai oleh PKKM-PSTE 2022 yaitu aplikasi mobile self-screening dan Inovasi Alat Ukur Digital Untuk Deteksi Stunting Berbasis Ultrasonik. Inovasi ini diharapkan dapat memicu masyarakat untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan sejak dini. Kedua inovasi ini dapat diterapkan untuk yang pertama untuk pencegahan penyakit cancer sejak awal muncul gejala dan inovasi yang kedua bermanfaat untuk deteksi dini stunting pada balita. Hasil kerja dosen PSTE ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat luas.

Agar tepat sasaran Kedua hasil penelitian ini telah menggandeng mitra yaitu puskesmas Baitussalam dan Puskesmas Ingin Jaya yang berada di kabupaten Aceh Besar, mengingat puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat dan kedua puskesmas tersebut adalah lokasi fokus (lokus) Stunting pada tahun 2021. Sosialisasi penerapan hilirisasi ipteks ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan secara berkelanjutan hingga menjangkau pos pelayanan terpadu (posyandu) yang berada di wilayah kerja kedua puskesmas.

Kegiatan Hilirisasi IPTEK Mobile Self-Screening Untuk mendeteksi Kanker Payudara telah dilaksanakan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ingin Jaya, tanggal 27 Mei 2022 dan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Baitussalam, tanggal 31 Mei 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan perawat di puskesmas yang berjumlah kurang lebih 40 orang. Sosialisasi dilakukan dengan pemaparan materi mengenai kanker payudara dan simulasi penggunaan aplikasi mobile self-screening yang dapat digunakan untuk mendetersi kanker payudara.

Aplikasi mobile self-screening dapat digunakan secara mandiri dan tanpa menimbulkan efek samping. Selanjutnya  peserta sosialisasi diberikan kesempatan untuk menguji penggunaan aplikasi pendeteksi kanker payudara dan diarahkan ke ruangan tertutup. Dokumentasi kegiatan hilirisasi berupa foto kegiatan, pemberitaan di media masa https://masakini.co/daerah/peneliti-usk-sosialisasi-aplikasi-deteksi-kanker-payudara/, dan video kegiatan melalui link https://www.youtube.com/watch?v=gA-GIGXrNnc

Kegiatan Hilirisasi Inovasi IPTEK Alat Ukur Digital Untuk Deteksi Stunting Berbasis Ultrasonik telah dilaksanakan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Baitussalam, tanggal 02 Agustus 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan perawat di puskesmas yang berjumlah kurang lebih 30 orang termasuk ibu yang mendampingi anak usia batuta. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan pemaparan materi mengenai status gizi anak dan stunting, kemudian dilanjutkan dengan pengujian penggunaan Perangkat Otomasi untuk memprediksi status gizi pada anak dibawah 2 tahun (batuta).

Dengan adanya program Penguatan Inovasi yang dapat digunakan Masyarakat, diharapkan dapat menekan angka penderita kanker payudara dan anak penderita stunting, khususnya di wilayah Aceh Besar.

Kuliah Tamu-Project Management In IT bersama Dr. Teuku Aulia Geumpana, B.IT., M.Sc

Manajemen proyek merupakan suatu metode atau sistem pengelolaan maupun pengorganisasian berbagai aktivitas dengan jangka waktu tertentu. Fungsi manajemen proyek adalah untuk membuat strategi pekerjaan menjadi lebih cerdas sehingga mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaannya. Selain itu manajemen proyek juga membantu mahasiswa/calon lulusan/pekerja untuk memanfaatkan sumber daya seminimal mungkin, namun tetap memberikan hasil kinerja secara maksimal, termasuk mengenai kualitas, waktu, serta keselamatannya. Manajemen proyek memungkinkan suatu tim dapat bekerja dengan bahagia dan termotivasi karena mengetahui apa tujuan pekerjaan, sehingga tim dapat melakukan yang terbaik untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Namun pada penerapannya di lingkungan kampus, permasalahan yang dialami mahasiswa dan calon lulusan dalam menyelesaikan proyek seringkali berkaitan dengan manajemen yang kurang tepat. Permasalahan yang sering muncul adalah keterlambatan projek, hal ini akan memberikan pengaruh pada beberapa aspek lainnya seperti munculnya pembengkakan biaya dan menurunnya performa.

Program Studi Teknik Elektro, Universitas Syiah Kuala, melalui program PKKM menjembatani praktisi profesional dengan mahasiswa dan calon lulusan untuk membahas lebih lanjut mengenai manajemen proyek khususnya dalam IT melalui kuliah tamu.

Kegiatan Kuliah Tamu yang bertemakan “Project Management in IT” diasuh oleh Dr. Teuku Aulia Geumpana B.IT., M.Sc yang merupakan Dosen pada Discipline of Computing and IT yang kini telah menjadi School of Information and Physical Sciences di University Of Newcastle Australia. Kegiatan telah dilaksanakan di ruang Studio Mini Program Studi Teknik Elektro, Universitas Syiah Kuala, pada  tanggal 2 Agustus 2022. Kegiatan mentoring ini diikuti oleh 17 orang mahasiswa, dimana 13 peserta merupakan mahasiswa dari PS Teknik Elektro dan 4 peserta lainnya adalah mahasiswa dari PS Teknik Komputer.

Kegiatan telah terlaksana dengan baik dimana mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer terlihat sangat antusias dalam mendengarkan paparan perkembangan teknologi dan penerapan manajemen yang tepat dalam menyelesaikan suatu project. Disini juga, mahasiswa diajak aktif berpartisipasi dalam menyampaikan ide-ide project mereka, dan mendiskusikan projek yang sedang mereka kerjakan. Dalam kesempatan ini pula pemateri memetakan permasalahan, mendiskusikan solusi dan membahas tahapan tindakan yang dilakukan guna meminimalisir terjadinya resiko dalam pelaksanaan project.

Dengan adanya Kuliah Tamu ‘Project Management in IT’ yang berkoordinasi dengan praktisi professional maka mahasiswa dan calon lulusan dari Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Komputer diharapkan dapat memetakan permasalahan yang dialami dengan baik, sehingga dapat mengambil langkah yang tepat untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

Mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer USK Ikuti MBKM di PT Telkom Indonesia

Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Komputer Universitas Syiah Kuala (USK) telah mengirimkan sebanyak 13 mahasiswa untuk mengikuti program Program Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Koordinator Prodi beserta wali mahasiswa turut serta mengantarkan para mahasiswa ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh pada Senin (12 September 2022). Mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer USK kemudian akan menyelesaikan program MBKM di luar kampus di PT. Telkom Indonesia Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023. Partisipasi mereka dalam mengikuti program MBKM ini setara dengan 20 kredit (sks). MBKM ini merupakan program Kementerian Pendidikan Nasional, Riset dan Teknologi, Program Penelitian Teknik Elektro (PSTE).

Seremoni pelepasan dilakukan langsung oleh Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc., IPU selaku Koordinator Program Studi Teknik Elektro. Ia menyampaikan bahwa 13 mahasiswa yang diberangkatkan akan tersebar di dua perusahaan, yaitu PT. Telkom Indonesia dengan 7 mahasiswa, dan PT. Telkom Witel Jakarta dengan 6 mahasiswa program riset di Telkom Corporate University (TCUC) Bandung.

Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama PSTE mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program MBKM di PT. Telkom Indonesia secara langsung (luring) yang sebelumnya dilaksanakan secara daring.
“Kami berharap dengan program MBKM ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan semua ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dan mempelajari detail tentang seluk beluk standar kerja yang profesional sehingga menjadi bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya,” tutur Melinda.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Prodi Teknik Elektro dan Komputer USK, Dr. Ir. Tarmizi, S.T., M.Sc menyampaikan, pelaksanaan MBKM 20 SKS di Prodi Teknik Elektro telah dilaksanakan sejak tahun 2021.
“Ini adalah tahun kedua jurusan kita mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan MBKM 20 SKS magang. Harapan kita semua mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dengan satu semester penuh berada di perusahaan,” kata Tarmizi.

Ia menerangkan, “sejak 2021 Prodi Teknik Elektro memenangkan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) untuk pelaksanaan tiga tahun dengan evaluasi per tahun. Hibah bergengsi yang diperebutkan puluhan perguruan tinggi di Indonesia itu, telah memfasilitasi dan mendorong kenaikan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama di kampus jantong ate rakyat Aceh, USK. Melalui pendanaan PKKM ini, Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, khususnya PSTE telah menyumbangkan kenaikan IKU yang sangat signifikan pada IKU partisipasi mahasiswa MBKM 20 SKS, pengembangan dosen/staf, kerjasama mitra industri dan perguruan tinggi ternama,” imbuhnya.

Sementara itu, PIC MBKM PSTE, Dr. Yunida, S.T menjelaskan, bahwa tahun ini merupakan tahun ajaran kedua pihaknya melaksanakan program MBKM. Sedangkan tahun ajaran sebelumnya, pihaknya berhasil mengutus 52 mahasiswa dalam program MBKM di beberapa instansi/perusahaan Indonesia.

“Untuk semester ini terdapat lebih dari 50 mahasiswa PSTE yang akan mengikuti program MBKM yang tersebar di beberapa instansi pemerintah, seperti PT. PLN, PT. Telkom, PT SAI, hingga PT. PDAM,” sebut Yunida.

Sebagai informasi, sebelum diberangkatkan, 13 mahasiswa ini telah mengikuti agenda Sharing Knowledge yang dilaksanakan oleh PT Telkom Indonesia pada tanggal 26 Agustus 2022 secara daring. Pada kesempatan tersebut mahasiswa langsung bersilaturrahmi dengan pimpinan dan calon pembimbing lapangan, serta penjelasan tentang beberapa proyek inovasi yang sedang dijalankan di PT. Telkom Indonesia.

Pertemuan ini dipimpin Guntoro selaku APAC Customer Project Manager di PT. Telkom Jakarta. Ia menjelaskan bahwa setiap jenis proyek inovasi yang sedang berjalan, membutuhkan kontribusi adik-adik mahasiswa USK sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) – PKKM PSTE

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.

Melalui kebijakan ini, Kampus Merdeka memberikan kesempatan kepada mahasiswa memilih mata kuliah yang akan mereka ambil, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk 1 (satu) semester (setara dengan 20 SKS) menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama.

PSTE melalui program PKKM menjembatani kesenjangan antara dunia kampus dengan dunia industri, melalui program Penguatan Pelaksanaan MBKM 20 (dua puluh) SKS diluar Kampus. Dengan adanya aktivitas ini maka PSTE dapat memetakan permasalahan kesenjangan kompetensi yang dirasakan oleh sebagian besar mahasiswa dengan dunia industri. Diharapkan juga dengan adanya program Penguatan Pelaksanaan MBKM 20 (dua puluh) SKS diluar Kampus mahasiswa menjadi lebih berani dan lebih siap dalam menghadapi dunia kerja.

Kegiatan FGD Penguatan Pelaksanaan MBKM 20 (dua puluh) SKS diluar Kampus telah dilaksanakan secara hybrid pada  tanggal 20 Juni 2022 pukul 14.00-15.30 wib yaitu  daring melalui zoom dan luring di Laboratorium Pengolahan Data Jurusan Teknik Elektro dan Komputer. 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan dan pemaparan materi mengenai MBKM dan dilanjutkan dengan FGD antara dosen dan mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada mahasiswa sehingga akan menimbulkan persepsi yang sama dan saling membutuhkan antara mitra industri/bisnis dengan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Komputer.

Adapun program MBKM yang dapat dipilih oleh mahasiswa adalah

  1. Pertukaran Mahasiswa
  2. Magang
  3. Studi Independen
  4. Proyek Desa
  5. Wira Usaha
  6. Proyek Kemanusiaan
  7. Riset

Dari data yang didapatkan diketahua bahwa program MBKM yang paling diminati mahasiswa PSTE adalah Magang, dimana persentase mahasiswa memilih magang mencapai 80.6%. Output dari kegiatan FGD Penguatan Pelaksanaan MBKM 20 (dua puluh) SKS diluar Kampus ini adalah mahasiswa termotivasi untuk mengikuti program MBKM 20 SKS diluar kampus.

Pada usulan sk gelombang pertama terdapat 11 orang mahasiswa yang mendaftar program MBKM Magang untuk semester genap tahun akademik 2021/2022, dan lokasi magang yang dipilih adalah

  1. PT. Indonesia Comnest Plus Kantor Perwakilan Aceh
  2. PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  3. PT PLN (Persero) UPDK Belawan
  4. PT PLN (Persero) UP2D Aceh
  5. PT GMF Aero Asia

Selanjutnya terdapat 23 orang mahasiswa yang mendaftar program MBKM Magang untuk semester ganjil tahun akademik 2022/2023, perusahaan yang dipilih adalah

  1. PT. Telkom Banda Aceh
  2. PT. PLN UP2D BNA
  3. PT. Telkom Pusat

Untuk program Magang MBKM Studi Independent terdapat 1 orang mahasiswa yang mendafar dan memilih  PT. Presentologics untuk melaksanakan Magang Studi Independent. Pada program MBKM Riset ada 6 orang yang mendaftar dan memilih PT Telekomunikasi Indonesia sebagai tempat untuk melaksanakan riset.

Rangkaian Kuliah Tamu PSTE USK dalam Implementasi Kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (Part I)

Banda Aceh-Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai salah satu kampus tertua di Provinsi Aceh telah berhasil memenangkan Bantuan Pemerintah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Ditjen Dikti dengan nomor: 0324/E.E1/KM.11.02/2021 pada tanggal 6 Juni 2021. Program Studi Teknik Elektro (PSTE) merupakan salah satu dari empat prodi di USK yang berhasil lolos sebagai penerima dana hibah tersebut.

Beberapa program kegiatan PKKM PSTE telah dilaksanakan mulai Agustus hingga Oktober 2021 yang meliputi empat aktivitas atau kegiatan utama yaitu:

  1. Kegiatan Merdeka Belajar dan coaching clinic bagi mahasiswa/calon lulusan melalui kemitraan akademik dan DUDI;
  2. Peningkatan kualitas dosen melalui kemitraan akademik dan dunia industri/bisnis;
  3. Penguatan riset dosen di bidang health and wellbeing, cities and communities, dan energi baru terbarukan (EBT) melalui kemitraan dan dunia industri; dan
  4. Penguatan kurikulum berbasis case method dan project learning based serta peningkatan status akreditasi internasional.

Salah satu implementasi  dari kegiatan peningkatan kualitas dosen melalui kemitraan akademik dan dunia industri/bisnis ialah rekrutmen praktisi profesional sebagai dosen untuk mata kuliah tertentu sesuai bidang ilmu mereka yang dilaksanakan dalam bentuk kuliah tamu secara daring. Kegiatan kuliah tamu ini menghadirkan beberapa pemateri dari dunia industri maupun dunia akademik dengan tujuan untuk memberikan tambahan wawasan ilmu pengetahuan praktis kepada mahasiswa maupun dosen di lingkungan Jurusan Teknik Elektro dan Komputer USK.

Hingga September 2021, kegiatan kuliah tamu telah dilaksanakan sebanyak enam kali yaitu dimulai pada tanggal 27 Agustus 2021. Kuliah tamu perdana dengan tema: “Komunikasi Satelit Masa Kini dan Masa Depan Prospeknya untuk Indonesia” diisi oleh Bapak Dr. Ir. Bambang Dewandaru, MSEE selaku dosen Teknik Elektro President University dan sekaligus praktisi atau pendiri PT. Gajayana Tirta Asri (GTA). Kuliah tamu ini dimulai dari jam 09.00 sd 11.30 WIB dihadiri oleh peserta sebanyak 63 orang yang terdiri dari mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer serta beberapa orang dosen PSTE. Dr. Bambang memberikan pemaparan tentang sistem komunikasi satelit yang meliputi jenis orbit, sistem operasionalnya, hingga perkembangan satelit komunikasi di Indonesia.  Satelit merupakan salah satu media komunikasi yang memiliki prospek tinggi di negara maritim seperti Indonesia.

Gambar 1. Kuliah tamu 1 dengan Dr. Ir. Bambang Dewandaru, MSEE selaku dosen dari President University dan praktisi atau pendiri PT GTA.

Kuliah tamu kedua dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2021 yang diisi oleh Bapak Dr. I Ketut Agung Enriko, S.T., M.Sc selakuSenior Manager IoT Platform pada PT Telkom Indonesia. Tema yang diangkat untuk kuliah tamu kedua ini adalah “Telkom IoT and LoRa Implementations”, dimana Bapak Enriko pertama-tama menjelaskan tentang perkembangan teknologi IoT di dunia yang kemudian diikuti dengan portofolio IoT Telkom Indonesia. Selain itu beliau juga menjelaskan topik terkini penelitian tentang teknologi IoT indonesia yaitu dikenal dengan LoRa (Low Range) yang merupakan sistem komunikasi nirkabel untuk IoT yang menawarkan komunikasi secara jarak jauh dan berdaya rendah.

Gambar 2. Kuliah Tamu 2 oleh Dr. I Ketut Agung Enriko, S.T, M.Sc selaku Senior Manager IoT Platform PT Telkom Indonesia

Selanjutnya pada tanggal 9 September 2021, PSTE berhasil melaksanakan kuliah tamu ketiga oleh narasumber Bapak Dr. Ramon Zamora, S.T., M.S yang merupakan dosen Teknik Elekto di Auckland University of Technology, New Zaeland. Kuliah ketiga ini bertema: “Wide Area Monitoring and Control for Electrical Power Systems”diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta para praktisi dari PT PLN Wilayah Aceh dengan jumlah peserta sekitar 112 orang. Dr Ramon yang dulunya pernah menjadi dosen di PSTE USK juga berbagi pengalaman tentang perkembangan sistem tenaga listrik di Amerika Serikat serta perkembangan penelitian di bidang tenaga listrik yang dikenal dengan Wide Area Montoring (WAM).

Gambar 3. Kuliah Tamu 3 oleh Dr. Ramon Zamora, S.T., M.S dari Auckland University of Technology, New Zaeland

Continue to Part II>>>

Kuliah Tamu : Satelit Masa Kini dan Masa Depan serta Prospeknya untuk Indonesia

Program Studi Teknik Elektro (PSTE) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan Rekrutmen Praktisi Profesional Dosen Mata Kuliah dalam bentuk webminar Kuliah Tamu secara daring sebagai salah satu Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021. Kegiatan kuliah tamu ini menghadirkan beberapa pemateri dari dunia industri maupun dunia akademik dengan tujuan untuk memberikan tambahan wawasan ilmu pengetahuan praktis kepada mahasiswa maupun dosen di lingkungan Jurusan Teknik Elektro dan Komputer USK.

Kegiatan Kuliah Tamu Pertama dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2021 yang diisi oleh narasumber Bapak Dr. Ir. Bambang Dewandaru, MSEE selaku dosen sekaligus praktisi dari President University dan pendiri PT. Gajayana Tirta Asri (GTA).  Kuliah tamu perdana yang bertema: “Komunikasi Satelit Masa Kini Dan Masa Depan Prospeknya untuk Indonesia” di moderatori langsung oleh Dr. Yunida, S.T selaku dosen pengampu matakuliah Sistem Komunikasi Digital dan dihadiri oleh peserta sebanyak 63 orang yang terdiri dari mahasiswa Teknik Elektro dan Komputer serta beberapa orang dosen PSTE.

Kuliah tamu dimulai dari jam 09.00 sd 11.30 WIB yang dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab oleh para peserta. Dr. Bambang memberikan beberapa pemaparan tentang sistem komunikasi satelit yang meliputi jenis orbit, sistem operasionalnya, hingga perkembangan satelit komunikasi di Indonesia.  Satelit merupakan salah satu media komunikasi yang memiliki prospek tinggi di negara maritim seperti Indonesia. Hal ini terlihat dengan munculnya ide-ide penelitian terkait perkembangan satelit oleh Industri Lokal Indonesia yang salah satunya dikenal dengan Proyek Lapan Scenario. Proyek ini telah dimulai sejak tahun 2007 yang telah berhasil meluncurkan beberapa satelit dan diprediksi akan selesai pada tahun 2025 yaitu dengan peluncuran satelit Operational Remote Sensing . Selaku pendiri PT. GTA, Dr Bambang bersama para peneliti dan mahasiswa saat ini sedang aktif melakukan berbagai kegiatan penelitian dalam perkembangan antena ground station untuk sistem komunikasi satelit.

Sesi kedua dibuka dengan sebuah pertanyaan dari Dr. Ir. Syarial, M.Eng selaku dosen pengampu matakuliah Antena dan Aplikasinya di PSTE yaitu terkait bagaimana cara membuat mahasiswa PSTE memiliki minat untuk meneliti tentang sistem komunikasi satelit sedangkan fasilitas dan sarana untuk menunjang akitivitas penelitian tersebut belum sepenuhnya tersedia di USK? Terkait hal ini Dr. Bambang menjelaskan bahwa penelitian tentang satelit tidak hanya terbatas pada perancangan hardware atau antenanya saja. Tetapi mahasiswa bisa juga meghasilkan suatu prototipe atau analisis dalam meningkatkan kinerja sistem satelit. Salah satunya seperti yang sedang dilakukan oleh mahasiswa beliau di President University yaitu bagaimana meningkatkan throughput dari sistem komunikasi satelit LEO. Tetapi jika ada mahasiswa PSTE yang tertarik dengan penelitian berupan perancangan antena satelit, maka kesempatan terbuka luas dengan adanya berbagai program kampus merdeka seperti program magang, riset dan lain-lain. Salah seorang peserta dari mahasiswa juga bertanya tentang dasar-dasar yang harus dimiliki seorang mahasiswa untuk menuju atau berkecimpung di dunia satelit. Terkait hal ini Dr. Bambang menjelaskan bahwa seorang mahasiswa sarjana yang ingin berkecimpung di dunia satelit setidaknya memiliki modal awal yaitu pengetahuan tentang sistem komunikasi satelit serta perkembangannya. Jika ingin menjadi praktisi setidaknya mahasiswa tersebut memiliki kemampuan dasar dalam menjalankan operasi sistem satelit di ground station dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Melalui kuliah tamu pertama ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang topik-topik terkini terkait sistem satelit sehingga mahasiswa yang tertarik dibidang ilmu satelit dapat memiliki bekal awal untuk kemudian terjun di dunia industri atau akademik.

Redaksi: Dr. Yunida